Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Dua Kali Demo soal Minyak Goreng di Kantor Gubernur, Mahasiswa Kecewa Syamsuar Selalu di Luar Kota

Dua Kali Demo soal Minyak Goreng di Kantor Gubernur, Mahasiswa Kecewa Syamsuar Selalu di Luar Kota



Berita Baru, Pekanbaru – Untuk kedua kalinya, massa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Riau kembali mendatangi Kantor Gubernur Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis, 24 Maret 2022.

Sebelumnya, aliansi yang merupakan gabungan dari BEM di beberapa kampus yang ada di Kota Pekanbaru itu juga melakukan aksi demonstrasi pada Rabu (16/3/2022) di Kantor Gubernur.

Mereka kembali menuntut Gubernur Riau Syamsuar untuk mengeluarkan kebijakan dalam menangani kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng yang terjadi di Bumi Lancang Kuning.

Pantauan Beritabaru.co, puluhan aparat kepolisian pun tampak berjaga mengamankan aksi.

Asisten II Setdaprov Riau, M Job Kurniawan terlihat menemui dan berdialog dengan para mahasiswa.

Namun aksi yang berlangsung kurang lebih sekitar 2 jam itu tidak membuat mahasiswa puas. Sebab mereka menginginkan tuntutan harus disampaikan langsung kepada Gubernur Riau.

“Harusnya Bapak Gubernur yang temui kami untuk menjawab keresahan masyarkat Riau ini, tapi sudah kali kami demo, beliau selalu berada diluar kota. Kemarin waktu demo pertama, beliau sedang berada di Yogyakarta, sekarang beliau juga sedang berada di Bali,” kata Ketua Bem Unilak, Jimmy Saputra Nasution saat diwawancarai Beritabaru.co disela-sela jalannya aksi, Kamis (24/3).

Jimmy mengatakan, Riau adalah daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia, namun kenapa di daerah penghasil sawit terbesar, minyak goreng justru langka dan mahal.

“Waktu kemarin sempat langka, sekarang sudah kembali muncul tiba-tiba saat Pemerintah mencabut Permendag tahun 2022 tentang harga eceran tertinggi, ada apa?,” ujarnya.

“Kami menduga Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Provinsi Riau tidak serius dalam menyelesaikan distribusi minyak goreng ini,” imbuhnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa Riau meminta Gubernur Riau mencopot Kepala Disdagkop UKM Riau.

Kedua, meminta Gubernur Riau mengeluarkan kebijakan terkait harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di Provinsi Riau.

“Kami Aliansi Mahasiswa Riau mengecam keras kinerja Pemprov Riau yang dinilai gagal dalam menangani kasus minyak goreng ini,” ucap Jimmy yang juga merupakan Ketua Koordinator Pusat Bem se Riau.

Jimmy juga menambahkan bahwa aksi hari ini merupakan sebagian kecil dari permasalahan yang ada di Riau. Mereka mengklaim akan melakukan kajian guna membahas persoalan lain, seperti soal perusahaan sawit di Riau yang izinnya sudah dicabut Presiden Jokowi dan masalah korupsi di Riau.

“Kita tidak akan diam pada hari ini. Sebab masalah perkebunan kelapa sawit, masalah korporasi dan juga permasalahan korupsi akan kita suarakan satu-satu dan akan kita kaji dalam waktu dekat,” tegasnya.

Assisten II Setdaprov Riau M Job K mengatakan didepan ratusan peserta aksi bahwa pimpinannya (Gubernur Riau) tidak berada di Kota Pekanbaru.

“Saat ini Bapak Gubri dan Kadisdagkop UKM Riau sedang berada di Bali untuk menyelesaikan permasalahan kenaikan harga minyak goreng bersama dengan 34 Gubernur di seluruh Indonesia” ungkapnya.

M Job K berjanji didepan massa aksi akan menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur Riau saat tiba di Pekanbaru, nanti.

Penulis : Sahrizal